Sepenggal Memori Indah
Tepat tanggal 8 Mei 2011 aku terpisah jauh antara dua dunia dengan pakdhe ku. Pukul 06:45 tepat aku mendapat telfon dari kakak ku yang sebelumnya menemani pakdhe di rumah sakit. Ia mengabarkan bahwa pakdhe telah meninggal dunia. “innalillahiwainnailahiraji’un!” seketika aku tersentak, air mataku sontak menggebu mataku. Tak ada lagi yang aku fikirkan melainkan aku ingin segera ke rumah sakit.
Tangis, duka, pilu... hanya itu yang dapat aku rasakan. Aku teringat ‘sweet memory’ ku bersama pakdhe. Pada tahun baru 2010, tepat tiga hari sebelum tahun baru, aku, bersama kakak ku di ajak bertahun baru di villa daerah Bandung oleh pakdhe ku. Di sana kita berkebun, memancing, dan apabila malam datang, kita bersama-sama minum kopi di teras atas sambil menikmati pemandangan jalur nagrek yang terlihat seperti gemerlap bintang. Udara yang sejuk menambah keharmonian malam itu. Petasan yang silih berganti menghias langit dan memeriahkan malam itu.
Keesokan harinya aku diajak untuk mencicipi makanan khas bandung, yaitu ‘mie yamie pangsit’ yang terletak di Jl.asia afrika bandung. Mie rasa daging dan pangsit yang renyah mrmbuat ku sukar untuk menelannya.
Yang tak akan ku lupa, saat aku, kakakku , pakdhe ku berkompetisi memancing ikan sebanyak-banyaknya. Yang berhasil mendapatkan ikan paling banyak, mendapatkan hadiah dari budhe. Yang kalah akan di beri hukuman membersihkan kolam ikan. Akhirnya aku yang memenangkan kompetisi itu. Aku di beri jaket warna merah jambu yang bermerk ‘Aero Postale’.
Sungguh... kenangan yang indah. Aku akan selalu berkata dalam batin ku, bahwa “ pakdhe,tunggu aku dalam kebahagiaan mu, dan aku yakin, semua akan indah pada waktunya “. Sepenggal kisah ini, adalah memori indah ku.